PBQ

project based on qur'an

Project Based on Qur'an

Project Based on Qur’an (PBQ) adalah adaptasi dari Project Based Learning (PBL) yang merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik atau masalah. Peserta didik secara konstruktif melakukan pendalaman ayat-ayat Quran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata, dan relevan.

Di SMPIT dan SMAIT Insan Mandiri Cibubur Boarding School menerapkan Project Based on Quran sebagai pendekatan kurikulum. Materi dalam mata pelajaran mendekati topik atau masalah yang dibahas dalam PBQ.

Tahapan dalam Project Based on Qur’an sebagai berikut :

1. Tahapan Project Based on Qur’an Menentukan Masalah atau Topik.

Peserta didik Bersama fasilitator (guru) menentukan permasalahan atau topik apa yang akan dijadikan riset atau proyek.

2. Tahapan Project Based on Quran Mengkaji Ayat yang Terkait Masalah atau Topik.

Setelah ditentukan topik atau masalah, maka selanjutnya adalah menghafal dan memahami ayat-ayat Quran yang membahas permasalahan tersebut dengan Metode Tamyiz. Kemudian, ayat tersebut dikaji tafsirnya bersama ustadz/ustadzah yang memang menguasai ilmu tafsir.

3. Tahapan Proejct Based on Qur’an Pelaksanaan Riset atau Proyek.

Sebelum melakukan riset, peserta didik melakukan kajian teori Bersama guru mata pelajaran yang berhubungan dengan masalah atau topik. Riset dilaksanakan secara mandiri oleh peserta didik dengan pemantauan dari fasilitator (guru).

4. Tahapan Project Based on Qur’an Membuat Pelaporan Hasil Riset atau Proyek.

Hasil riset atau proyek akan dilaporkan secara tertulis. Untuk jenjang SMP bentuk laporannya adalah makalah. Jenjang SMA pelaporannya berbentuk karya tulis ilmiah (KTI). Peserta didik mempertanggungjawabkan hasil riset lewat publikasi di social media dan presentasi di depan tim guru.

Project Based on Quran diyakini sangat efektif diterapkan karena sesuai dengan Pembelajaran abad 21 yaitu merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi penerus menjadi generasi yang memiliki kemampuan kecakapan abad 21. Setidaknya ada empat yang harus dimiliki oleh generasi abad 21, yaitu: ways of thinking, ways of working, tools for working and skills for living in the word.