Monday, 19 October 2020 / Published in ARTIKEL, BERITA
webinar MENGENAL PROJET BASED QUR'AN INSAN MANDIRI CIBUBUR

Tanya jawab mengenal Project based Qur’an Dibawah ini adalah jawaban dari daftar pertanyaan yang di ajukan pada saat webinar Mengenal Project based Qur’an pada tanggal 18 oktober 2020 yang diisi oleh Bapak Munif Chatib. Pertanyaan ini di tanyakan ulang oleh Mas Joe yang kemudian jawabnya dijelaskan dibawah ini.

Tanya jawab mengenal Project based Qur’an

1. Pertanyaan dari Bapak Abdul Fatah dari Balikpapan Tanya jawab mengenal Project based Qur’an

Sejak kapan Toni Buzan mempatenkan Mind Map ?

Jawaban:

Untuk memastikan kapan waktunya memang perlu di lakukan pencarian terlebih dahulu. Kalau tidak salah sekitar tahun 90 an. Sebagai pengetahuan hak cipta property right/ hak milik intektual itu  ada 3 yang pertama hak cipta seperti karya,  hasil riset, lagu. Yang kedua hak paten seperti dalam penemuan mesin baru. Dan yang ketiga adalah hak merek. Dan kita ketahuan ketika akan menggunakan aplikasi yang dari playstore bahwa pemilik aplikasi harus membayar royalty pada Toni Buzan.

14 karakter positif dalam Islam yang dijadikan landasan penelitian negara dengan indeks Islami tadi apa saja? Apakah ada kriteria berlandaskan Al-Qur’an?

Jawaban:

14 pertanyaan di atas tentang hubungan dengan manusia seperti, kebersihan, pelayanan, membantu, problematika tentang SARA dan keramah-tamahan. Lengkapnya harus membaca pada jurnalnya. Tidak berkaitan langsung dengan akidahnya namun lebih ke penerapan nilai sosialnya.

Kelak PboQ ini harus bisa menjadi panduan kurikulum untuk Indonesia. Pak Munif bersama seluruh kekuatan yang dekat dengan pembuat kebijakan nasional, mohon berusaha untuk mendekati mereka mewujudkan ini. Bagaimana peluangnya Pak?

Jawaban:

Peluangnya ada, ketika jaman menterinya Pak M Nuh dulu di berikan kesempatan untuk presentasi. Sehingga dulu berkontribusi dalam pengembangan K-13 di tingkat SD. Dan Utamanya memang harus dari level sekolah banyak yang menerapkan konsep PBQ ini sehingga pusat melihat secara makro.

 

2. Pertanyaan dari Ibu Aty Mulyani

Mohon izin bertanya Baba, awalan yang mengintgerasikan agama dengan sains adalah kaum nasrani, mengapa Islam terlambat padahal AL-Quran sangat jelas telah menjelaskan di dalamnya? mohon penjelasan dan terima kasih.

Jawaban:

Penyebab mundurnya umat Islam sehingga kalah dengan umat non Islam yaitu; di jauhkannya anak-anak muda Islam dari Al-Qur’an dari gerakan zionis internasional. Islam di pecah-pecah dari banyak golongan sehingga bisa di adu domba dan ada pula kelompok yang saling mengkafirkan sesama umat Islam. Sehingga umat Islam disibukan dengan perbedaan-perbedaan yang tidak urgensi seperti ada yang shalat menggunakan Qunut ada dan ada yang tidak.

3. Pertanyaan dari Azian Husen

Apabila ada problem bagaimanakah cara mencari dalil naqli dari ALQuran?

Jawaban:

Untuk menentukan project atau problem yang akan di angkat menjadi keputusan atau kebijakan tim kurikulum. Apabila masalah yang di angkat sudah di tentukan sehingga terlebih dahulu di konsultasikan dan diskusikan pada ustadz atau guru yang menguasai tentang dalil nagli. Untuk mencari dalil naqli memang harus di bantu oleh Guru atau ustadz yang memiliki kemampuan tersebut. Karena apabila hanya mencari menggunakan internet bisa jadi tidak mendapatkan infomasi secara utuh. Sebagai gambaran di Insan Mandiri Cibubur ada Ustadz Husein, Ustadz Hamzah,  Ustadz Heri Nurdi dan yang lainnya.

 

4. Pertanyaa dari Ibu Annisa Fakhira Shadra

Mohon izin bertanya, saya sedang merancang dan mengkonsep yayasan baru yang berbasis islam internasional. bagaimana langkah awal yang perlu kita lakukan? terima kasih

Jawaban:

Terkait hal ini memang harus ada sesi khusus karena tidak mungkin bisa di jawab secara langsung

 

5. Pertanyaan dari Pak Eko Priyono (SMPIT Darul Abidin)

Alhamdulillah, kami di SMPIT Darul Abidin dalam setiap pembuatan RPP dan pembelajaran (KI/KD) selalu mengaitkan dan memasukkan dengan ayat-ayat Al Quran yang relevan dengan mata pelajaran dan pokok pembahasan. Tetapi memang belum  dalam bentuk PBQ tersebut. Izin bertanya, apakah dalam menerapkan PBQ ini bisa  dilakukan di awal kurikulum ataukah bisa ditengah semester atau pada pembelajaran saat ini?

Jawaban:

Sangat bisa penerapan PBQ dapat di lakukan di awal tengah ataupun akhir semester yang penting di awali dengan tema dan project untuk mengatasi problem.

6. Pertanyaan dari Pak  sugianto, balikpapan,

Pak Munif semoga sehat selalu, untuk kurikulum SMP ditempat Pak Munif, apakah sepenuhnya memakai K13 yang diterapkan dengan sistem blandet atau diramu  sendiri dari kurikulum sekolah Pak Munif. Karena kalau kita lihat kurikulum K13 SMP masih terpisah per mata pelajaran?

Jawaban:

SMP IT Insan Mandiri Cibubur menggunakan pendekatan PBQ yaitu menomorsatukan  Kompetensi Dasar (KD) yang terintregasi dengan projet, jika ada KD yang belum masuk maka akan dibuatkan matrikulasi pada akhir semester (drilling) sehingga secara target dinas semua terpenuhi.

7. Pertanyaan dari Chica Efendi

Pak Munif, tadi waktu diterangkan proses PBQ, sering error

begini Pak , yang ingin saya tanyakan

  1. bagaimana memadukan antara tematik, mapel, dg al qur’an ini. terutama untuk siswa SD
  2. apakah pembelajaran selama 1 semester ini hanya membuat project saja atau bagaimana?

Jawaban:

Kalau di SD pendekatan desain Tematik tetap berlaku seperti di SD Silaturahim Islamic School, Cuma kita punya waktu khusus PBQ muncul menjadi projek yang berkaitan dengan akhlak. AlQur’an di ambil dari potongan ayat pendek yang berkaitan dengan akhlak. Karena di tingkat SD pemupukan karakter harus kuat. Sisanya menggunakan Kurikulum K 13.

8. Pertanyaan dari Pak Yanto Rudianto

Terkait kondisi Pandemi saat ini, Bagaimana untuk mensinkronkan antara pembelajaran sekolah yang diterapkan di lingkungan Masyarakat atau Keluarga.

Dimana kondisi pembelajaran saat ini banyak dilakukan dilingkungan Masyarakat atau Keluarga, agar proses PBQ ini bisa diterapkan? PBQ melibatkan keluarga dan lingkungan?

Jawaban:

Mau pandemi atau bukan PJJ atau tatap muka ketika menggunakan pendekatan project akan lebih mudah di lakukan. Guru memberikan panduan untuk membuat projek yang dapat di lakukan di rumah. Ketika proyek yang di lakukan di rumah tentu saja akan melibatkan keluarga atau orangtua di rumah bahkan orangtua ada yang membantu membuatkannya. Terpenting ada penjelasan yang jelas dari guru dan ada kontrol yang di lakukan oleh guru seberapa jauh projek dilaksanakan.

 

9. Pertanyaan Pak Odi Darmawan dari Balikpapan

Izin bertanya: PBQ ini yg saya amati mengutamakan keaktifan siswa itu sendiri. sedangkan permasalahan pokok kita para guru adalah siswa itu sendiri mengalami momok terhadap segala pelajaran di sekolah, baik karena banyaknya tugas yg ditumpuk, faktor internal, bahkan keterbatasan kemampuan guru sebab tuntutan administratif ataupun padatnya jadwal si guru. nah, darimana kita memulai melakukan penangannya?

Jawaban:

Yang di khawatirkan ini dapat di reduksi dengan PBQ karena siswa akan lebih seneng untuk mengerjakannya. Karena setiap pelajaran sudah menyatu menjadi atau mengarah dalam menyusun satu project ini.

terkait, apa yg barusan disampaikan, bahwa anak di finlandia aktif secara mandiri mencari literatur di internet., sedangkan permasalahan anak anak kita di indonesia justru akan liar dan bebas jika diminta seperti itu, nah, apa yang menjadi faktor utama anak anak finlandia bisa mempunyai kemampuan mandiri seperti itu?

Jawaban:

Sejak kecil usia dini mereka sudah di ajari literasi gadget sehingga gadget hanya sebagai tool belajar. Disana anak sangat aib sekali ketika membuka hal-hal yang tidak sesuai. Nokia adalah buatan Finlandia dan ketika nokia muncul dewan pendidikan disana menyiapkan tentang kurikulum edukasi gadget. Sedangkan di Indonesia sendiri belum ada.

10. Pertanyan dari Ibu Ifa Faizah

Saya kira tidak semua aspek ada dalam Al-Quran, karena kita tidak boleh terjebak dalam textual, atau memaksakan ayat, bagaimana solusi PBQ dalam menentukan ayat? Syukron

Jawaban:

Maka dari itu kita harus melibatkan Para Ustadz yang memiliki kemampuan dalam pencarian Dalil Nagli. Karena tidak semuanya dari kita mampu untuk memahami secara lebih komprehensif dari Al-Qur’an maupun dari Hadist Rosul.

 

Terima kasih kepada seluruh peserta dan penanya yang telah berpartisi pasi dalam kegiatan Webinar Mengenal Project Based Qur’an. Tanya jawab mengenal Project based Qur’an di atas adalah hasil wawancara dengan Bapak Munif Chatib.

 

Oleh: Mas Joe (Public Relations YPSJ)

 

 

 

 

 

Monday, 19 October 2020 / Published in ARTIKEL
3 amalan yang membinasakan m syaipul khobir

Tiga Amalan yang membinasakan sesuai sabda Nabi Saw adalah: (1) kebakhilan (pelit ,kikir ) dan kerakusan yang ditaati,  (2) hawa nafsu yang diikuti, dan (3) seseorang yang membanggakan diri sendiri.” (HR.   Anas, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abdullah bin Abi Aufa, dan Ibnu Umar . Hadits ini dinilai sebagai hadits hasan oleh syaikh Al- Albani di dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahihah, No. 1802)

1. Tiga Amalan yang membinasakan yaitu sikap bakhil yang dipatuhinya

Tiga Amalan yang dapat membinasakan kita tadi pertama adalah sikap bakhil yang dipatuhinya disini kita teringat dengan cerita qarun yang menumpuk hartanya dimana pada awalnya seorang Qarun mungkin berpikir bahwa menghitung-hitung harta, menumpuknya juga tidak membagikan dengan siapapun sebagai langkah tepat menuju kebahagiaan. Namun, apa yang terjadi, Qarun justru ditelan bumi beserta hartnya, karena kekikirannya dan rasa sayangnya terhadapa harta bendanya.

Tidak hanya sampai pada kekikiran semata, namun sifat yang seperti itu,  juga akan mengundang datangnya sifat lain yang juga akan membinasakan,  yakni kesombongan, merasa bahwa apa yang telah dicapai hasil kerja keras dan jerih payahnya selama ini kita lupa bahwa semua itu adalah atas campur tangan Allah Azza wajalla dan atas ridhoNya lah kita bisa mencapai itu semua.

Oleh karena itu, tiga Amalan yang dapat membinasakan kita tadi dapat kita cegah dengan mengikuti perintah Allah Swt untuk gemar bersedekah baik dalam kondisi lapang dan sempit. Dan mengamalkan perintah sedekah yang dapat membantu diri kita terbebas dari penyakit kikir alias bakhil yang Allah kategorikan sebagai bukti ketaqwaan seorang hamba.

Hal sesuai dengan Firman Allah SWT di bawah ini : “Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu : orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali  Imran  Ayat : 133-134)

Dengan demikian, kita selalu berusaha mengamalkan segala perintahNya untuk berzakat, sedekah dan membantu sesama, jauhilah bakhil alias kikir, karena itu bukan jalan keselamatan, sebaliknya justru jalan cepat menuju kebinasaan, Na’udzubillah min dzalik.

2. Hawa Nafsu yang Diikutinya

Dalam masalah hawa nafsu,  Ali bin Abi Thalib berkata : Barang siapa yang dikuasai oleh hawa nafsunya, dia telah sesat. Hal inilah yang dialami oleh putra nabi yang pertama Adam alaihissalam yaitu Qabil, yang tega membunuh saudaranya demi mendapatkan pasangan yang diinginkan hatinya, meski itu melanggar syariat yang berlaku kala itu. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, Maka jadilah dia seorang di antara orang-orang yang merugi.

Hal ini Allah SWT terangkan dalam Firman Nya di bawah ini : “Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.” (QS. Al Ma’idah Ayat : 30)

Oleh karena itu, jangan sekali-kali mengikuti hawa nafsu. Karena hal itu akan sangat membahayakan kehidupan kita. Mengingat betapa bahanya hawa nafsu bila sudah merasuki manusia, maka  Sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib berkata :  Barang siapa yang mengikuti hawa nafsunya, maka hawa nafsunya itu akan membutakannya, menulikannya, menghinakannya dan menyesatkannya

3. Kekaguman Akan Diri Sendiri (Kesombongan, congkak, takabbur , ujub dll)

Selanjutnya tiga amalan yang membinasakan tadi adalah Sifat sombong dan  membanggakan diri, ini merupakan sifat yang sangat dibenci  oleh Allah SWT. Sebagaimana  Firman Nya dalam ayat di bawah ini : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman Ayat :18)

Atas dasar pertimbangan itu, maka qutbul ilim (rajanya ilmu) Imam Al- Ghazali mengatakan bahwa : orang yang memiliki karakter sombong  disebut sebagai pribadi yang mengalami penyakit mental dan jiwa.  Sekanjutnya beliau juga mengatakan, bahwa orang yang demikian itu  :  pada sisi Allah Ta’ala adalah terkutuk dan sangat dimurkai Allah.

Sampai-sampai siapapun yang di dalam hatinya terdapat setitik kesombongan, maka pintu surga akan tertutup baginya. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi. Ada seseorang yang bertanya,  Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus ? Beliau menjawab, Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim No. 91)

Tidak hanya sampai di situ, Rasulullah SAW selanjutnya juga bersabda sbb : “Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka ? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong).”  (HR. Bukhari No. 4918 dan Muslim No. 2853).

Untuk itu,  jauhilah sifat Fir’aun, Abu Jahal dan Abu Lahab yang akan membinasakan itu. Sebab, jika dibiarkan kita akan kehilangan akal sehat dan jati diri sebagai hamba Allah. Berkaitan dengan hal itu,   Sayyidina Ali berkata :  Seburuk-buruk bencana bagi akal adalah kesombongan.

Semoga hidup kita semakin tawadzu’, mampu mengendalikan hawa nafsu, dan yang lebih penting pandai-pandailah berbagi dengan sesama meski hanya sekedar senyuman, karena senyum yg tulus itu juga sedekah , syukur – syukur kita dapat membantu sesame dengan membuat perut saudara muslim kita kenyang sehingga ada tenaga untuk beribadah kpd Allah Swt.

 

Oleh : M Syaipul Khobir (Wali Asrama Insan Mandiri Cibubur)

Kunjungi Juga : SD Silaturahim Islamic School

 

Wednesday, 14 October 2020 / Published in ARTIKEL
Menjaga Hati Syaipul Khobir Sekolah Insan mandiri Cibubur

Menjaga Hati, Menjaga hati pentingkah? bagaimana cara menjaganya ? pertanyaan itu tentu pernah muncul dibenak kita  bukan? Sebagai makhluk sosial tentu saja kita selalu bertemu dan berhubungan dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Disitulah kita perlu menjaga sikap dan  ucapan agar hubungan kita kepada orang lain tetap baik menjaga hatinya agar tidak tersinggung dan tersakiti oleh kita.

Seperti yang kita ketahui, hati merupakan segumpal daging yang sangat inti dalam diri manusia. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Menjaga hati agar tidak  tersinggung  memang sangatlah tidak mudah terkadang hati tak selaras dengan prilaku. Tak semudah seperti apa yang kita ucapkan, tetapi setidaknya dengan kita mengetahui hadits ini, kita bisa berintropeksi diri. Sebagaimana Penulis yang tak tahu bagaimana isi hati orang lain, terkadang mereka mengatakan “iya” tapi hatinya mengatakannya “tidak”. Polemik ini sudah sering terjadi dalam sebuah kehidupan.

Maka dari itu muncul pula sebuah pepatah aneh mengatakan “biarkan anjing menggonggong”. Mungkin saja perkataan ini sekilas terlihat biasa saja untuk tidak mendengarkan orang lain. Yang sering komen terhadap perilaku kita. Namun, menurut penulis ada kalanya perkataan itu pun tidak tepat untuk dijadikan pedoman/acuan.

Menjaga hati sangat penting karena manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia satu sama lain. apalagi kalau kita berprofesi sebagai pendidik maka wajar saja jika pendapat kita pun tak sesuai dengan apa yang diinginkan orang lain. Begitupun dengan anak didik kita wajar saja ketika mereka mengkritik maupun mengomentari tugas ataupun perilaku kita. Ketika mengajar yang terkesan memaksa harus sesuai dengan keinginan dan harapan kita.

Disinilah kita dituntut untuk berinstropeksi diri, mungkin saja ada ucapan kita yang membuat sakit hati anak didik kita. Selanjutnya yang harus kita ketahui bahwa kenapa kita harus hati-hati dalam menjaga hati. Guru sebagai manusia biasa yang memang butuh kritik dan saran yaitu guru juga tidak luput dari salah dan dosa. Jadi tak selamanya pepatah “biarkan anjing menggonggong” itu berlaku.

Pepatah itu hanya bisa berlaku disaat kita melakukan hal yang memang sudah benar dan menurut kebanyakan orang pun mengatakan demikian. Berbeda lagi jika kebenaran itu hanya menurut pendapat kita. Sebaiknya, pepatah tadi dihilangkan dalam pikiran kita, karena bisa jadi apa yang dikatakan anak didik kita selama proses pembelajaran walaupun itu dalam keadaan becanda adalah sebuah kebaikan yang belum kita ketahui.

Maka dari itu demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar agar tidak ada yang tersinggung kita ucapkan permintaan maaf di akhir kegiatan dan jadikan bahan renungan agar kedepannya lebih menjaga  ucapan  kita terhadap orang lain walaupun itu memberikan nasehat ataupun candaan terutama anak didik kita yang hakikatnya mengambil dan menimba ilmu dari kita dan mengikuti tindak tanduk kita sebagai suri tauladan bagi mereka.

Untuk menjaga Hati dan perkataan kita kepada Anak didik kita perlu kita ketahui juga bahwa perkataan yang spontan keluar dari lisan merupakan gambaran dari hati seseorang. Tidak dapat dipungkiri, terkadang sadar atau tidak sadar kita pun sering keceplosan dengan ucapan yang tiba-tiba keluar dari mulut, padahal ucapan tadi memang hal yang sudah lama terbendung di dalam hati. Kejadian ini menggambarkan bahwa “Hati memang tak bisa dibohongi”.

Lantas apa yang harus kita lakukan agar hati ini tetap terjaga dengan baik? mungkin ini pertanyaan yang sering terlintas dalam pikiran kita. Nah pada artikel ini penulis akan membahas salah satu rahasia agar hati tetap terjaga dengan baik. Sehingga perkataan spontan yang keluar dari mulut kita pun itu hanya sebuah candaan akan terdengar baik. Yups jawabannya adalah Perbanyak Dzikir.

Dengan berdzikir kita akan senantiasa untuk menjaga hati, lisan dan prilaku. Mengapa demikian? karena dengan mengingat Allah SWT kita akan merasa bahwa sesuatu yang kita lakukan akan selalu diawasi oleh CCTV Allah SWT.

Bayangkan saja, seorang  maling pun jika dia melihat ada CCTV yang mengintainya, maka secara spontan dia akan mengurungkan niatnya. Karena ia merasa dan tahu bahwa jika ia tertangkap melakukan kriminal, sudah dipastikan akan panjang urusannya. Pertanyaannya adalah sudahkah kita merasa diawasi CCTV ALLAH?

Jawabanny hanya anda yang tahu.

 

Syaipul Khobir (Guru SMA IT INSAN MANDIRI)

 

Kunjungi juga : SD SIlaturahim Islamic School

Friday, 09 October 2020 / Published in ARTIKEL
KEUTAMAAN MASUK PONDOK PESANTREN INSAN MANDIRI CIBUBUR Udkhuluu fii ma’had kaffah

Udkhuluu fii ma’had kaffah Apa yang ada di fikiran kita ketika mendengar atau membaca kata kaffah? Sudahkah kita sebagai santri pondok memasuki dunia pesantren secara kaffah? Apa yang kita dapatkan selama mondok bertahun-tahun di kalangan pesantren?

Mendengar kata “Udkhuluu fii ma’had kaffah”, saya teringat dengan ceramah salah satu Kiyai besar pesantren saya beberapa tahun yang lalu, beliau selalu menyampaikan ceramahnya di depan santri-santrinya dengan menyembutkan kalimat tersebut. Seketika hati para santri pun tersentuk dengan kalimat tersebut, terutama bagi santri yang hanya memasuki pesantren setengah hati.

Sejauh ini, kita memaknai kata kaffah itu sendiri memiliki arti “keseluruan/total”, secara umum kata tersebut dapat diartikan sebagai “Masuklah ke pesantren secara total”  Totalitas memang sesuatu yang sangat diperlukan untuk memulai sebuah perjuangan di pondok pesantren. Keputusan kita mengambil jalur pendidikan di pondok pesantren adalah keputusan yang tepat.

Mungkin niat tersebut adaa yang dating dari diri sendiri, ada pula yang disarankan oleh orang tua. Ketika kita memtuskan untuk memasuki dunia pendidikan di pondok pesantren, maka kita harus tajdidu-n-niyah (memperbarui niat kita) yang tadinya hanya setengah-setengah, marilah kita saling memerbarui niat kita.

Kita sebagai santri tidak boleh tergoda dengan apa yang terjadi di luar. Fokus kita dari bangun tidur sampai tidur lagi, bahkan ketika tidur harus fokus untuk menuntut ilmu lillahi ta’ala. Jalanilah seluruh kegiatan pesantren secara totalitas, ambilah hikmah dibalik semua yang kita alami selama di pesantren. Mungkin teman-teman yang baru masuk atau ingin masuk ke pesantren mempunyai perasaan takut, sedih jauh dari orang tua, dll. Tapi ingatlah kawan, pesantren itu menyenangkan apabila kita jalani kehidupan di dalamnya dengan ikhlas.

Percaya atau tidak ketika kita telah lulus dari pendidikan di pesantren, kita akan sangat merindukan suasana di sana (bagi yang menjalankan dengan totalitas). 3,4 atau mungkin 6 tahun kita di pesantren bukanlah waktu yang lama, ini yang saya rasakan selama di pesantren.

Ingatlah kawan-kawan semua

Tanamkanlah kalimat udkhuluu fii ma’had kaffah di dalam diri kalian, ambilah sebanyak-banyaknya pelajaran di pesantren, baik itu pelajaran ilmu pengetahuan umum, ilmu agama dan yang terpenting adalah ilmu kehidupan. Kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah biasa, akan tetapi ilmu kehidupan yang sesungguhnya yang bisa kita dapatkan yaitu di pondok pesantren.

Ketika sudah mendapatkan ilmu tersebut, gunakanlah sebaik mungkin ketika kita kembali atau sedang berlibur di rumah. So, yuk sama-sama perbarui niat ketika kita kembali ke sekolah kita tercinta yaitu SMPIT Insan Mandiri Cibubur. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita selama tholabul ‘ilmi fii sabiilillah. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin…..

 

Oleh : Rizki Faridha Novianti, S. Pd

(Guru Bahasa Inggris SMPIT Insan Mandiri Cibubur)

 

Kunjungi Juga: SD Silaturahim Islamic School

 

 

TOP
Kirim Pesan
1
Hubungi Kami Dengan Whatsapp
Assalamu'alaikum, Wr. Wb. Selamat datang di Insan Mandiri Cibubur, sekolah dengan Project Based Qur'an.

Ada yang bisa kami bantu?