Wednesday, 05 August 2020 / Published in Uncategorized
Al-qur'an senjata sesungguhnya haydar kelas IX smp it insan mandiri cibubur

Al-Qur’an senjata sesungguhnya karena bagi para Pahlawan Al-Qur’an merupakan pedoman untuk selalu diikuti semua ajaran dan menjauhi segala larangannya.

Hari pahlawan, yang terjadi di benak kita semua mengenai hari pahlawan tak lepas dari cengkraman kemerdekaan negeri dan bangsa ini. Biasanya, semua orang beranggapan bahwa hari pahlawan adalah hari dimana kita semua mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan yang bisa kita nikmati sampai saat ini. Meskipun demikian, peringatan simbolik hari pahlawan tetap diperlukan. Sebab, manusia membutuhkan simbol untuk mengomunikasikan sesuatu, mengembalikan ingatan dan kesadaran.

Tapi, tak banyak pula orang yang beranggapan bahwa hari pahlawan adalah hari dimana kita harus meneruskan semangat para pejuang kemerdekaan yang telah gugur. Sebenarnya,  ada yang terlewatkan oleh seseorang saat menanggapi tentang pahlawan. Salah satunya mengenai pertanyaan apakah negeri kita sekarang masih harus punya pahlawan? Mungkin orang akan menjawab “tidak perlu”. Tapi, sebenarnya kita harus mempunyai pahlawan untuk negeri ini. Loh, bukannya negeri ini sudah merdeka mas ya? Tentu belum.

Jika kau merenung lebih dalam lagi, kau akan menemukan celah lebar yang mendorong para penjajah itu datang. Saya punya pertanyaan, apakah selama ini kalian pernah candu terhadap gawai atau rokok? ataupun pernah mengonsumsi narkoba? Itulah celah terbesar negeri kita saat ini.

Menurut KBBI, “pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani”. Tapi menurut para filosof-filosof (ahli filsafat) dan juga Plato, “ Pahlawan adalah seseorang yang dihormati berkat kekuatannya yang bisa memengaruhi orang lain dan juga bisa mengontrol/menguasai dirinya dengan baik”.

Jadi, manakah yang benar? Semua pendapat itu benar dan tak ada salahnya. Tapi, apakah benar hanya orang yang cerdas dan memiliki kekuatan yang dahsyat saja yang bisa menjadi pahlawan? Belum tentu. Sebenarnya, kita juga bisa menjadi pahlawan, tapi terkadang seseorang menganggap dirinya lemah,  bodoh, dan pengecut. Jadi, senjatannya apa? Apa yang harus kuperbuat bagi negeri ini? Dan apa untungnya bagi negeri ini? Senjatannya hanya satu. Yaitu, Kitab-Kitab Allah Swt.

Karena sebaik-baik senjata untuk apapun adalah kitab Allah. Salah satu dari semua kitab-kitab yang diciptakan oleh Allah adalah yang paling mulia dihadapannya ialah Al-Quranul Kariim. Mengapa disebut sebagai senjata bagi pahlawan? Karena Al-Qur’an senjata sesungguhnya bagi Pahlawan yang selalu mengikuti semua ajarannya dan menjauhi segala larangannya.  Karena itu, tak heran bila mana segala isi dan makna yang terkandung dalam Al-Quran itu adalah peraturan dunia maupun akhirat yang selalu abadi dan selalu mengandung makna yang filosofis nan teologis (Pelajaran tentang manusia dan tuhan).

Menurut Ibrahim (2013:78), mengatakan banyak gerakan-gerakan yang masih memakai jubah Islam yang masih bergerak pada perjuangan reaktif. Nurcholish Madjid/Cak Nur membagi perjuangan jadi dua: Perjuangan Proaktif dan Perjuangan Reaktif. Bahkan, sampai ada yang secara bebas menyalahgunakan senjata kita hanya untuk semena-mena ingin menguasai negeri kita yang spiritualis. Tapi, mengapa jiwa kepahlawanan kita tak bisa bangkit? Karena kita sedang dan masih terjajah oleh para pemabuk dunia itu.

Islam mengatakan pahlawan adalah ikon seseorang yang telah berkorban dan memperjuangkan semuannya dengan ikhlas dan sabar sehingga mendapat amal yang baik untuk dirinya. Misalkan, ada seorang anak laki-laki miskin yang ingin membelikan hadiah untuk orang tuanya supaya bahagia selalu. Anak laki-laki tersebut berjalan sejauh 5 mil dari rumahnya dan tak menemukan apa-apa yang cocok untuk dijadikan hadiah. Lalu ia berjalan terus menulusuri daerah yang belum pernah dipijakkan oleh penduduk urban (Kota).

Disana ia melihat sesuatu seperti pohon berbuah di tengah-tengah daerah tandus, ia pun berjalan menghampiri pohon tersebut dan ternyata disana ada seekor singa yang kelaparan. Jika ia mundur, apa yang akan dia beri untuk orang tuanya? Dan jika ia maju, lalu apa juga yang harus diberikan kepada orang tuanya? Jika kalian adalah anak kecil tersebut, apa yang kalian lakukan? Maju sebagai pahlawan atau mundur sebagai Pecundang? Dari cerita tersebut kita bisa ambil nilai juangnnya hanya untuk memberi hadiah untuk orang tuanya yang miskin. Begitu pun juga kalian, jika kalian sudah ragu-ragu untuk menjadi pahlawan untuk negeri ini, ya kalian akan menanggung resikonya, seperti kehampaan negeri, lalu apa hubungannya dengan senjata yang sesungguhnya yaitu Al-Quran? .

Sebenarnya, di Al-Quran ada banyak ayat-ayat suci yang berhubungan tentang pahlawan yang sesungguhnya. Diantarannya adalah bahwa seorang pahlawan itu tak pernah mundur dalam kondisi apapun (QS Al-Maidah : 54), selalu bersabar dalam apa yang diperjuangkannya (QS Al-Anfal : 65) dan seorang pahlawan bukan seorang yang pengecut yang selalu mundur sebelum berjuang (QS Al-Azhab : 19). Mestinya negeri ini harus membudayakan semangat kepahlawanan dengan cara yang dianjurkan oleh Al-Quran dan Hadist-Hadist Rasullullah SAW.

Dengan begitu, semua rakyat yang ada di dalam negeri ini semuannya harus dijadikan sebagai pahlawan bagi negeri kita. Dengan adanya itu, negeri kita tak akan lagi saling bertengkar, sara dan lain sebagainya yang tak penting dibahas. Jadi, masalah tentang negeri kita ini masih butuh pahlawan atau semacamnya, jawabannya adalah iya, karena banyak dari saudara-saudara kita yang masih dijajah oleh hawa nafsu duniawi sehingga saudara kita harus diseret oleh para penjajah untuk selalu atau bahkan selamannya mengikuti fatamorgana.

Terakhir kunci pahlawan negeri kita ini adalah perdalami tentang ajaran-ajaran Allah Swt melalui kitab-kitabnya terutama Al-Quran, karena memang Al-Qur’an senjata sesungguhnya dan belajar mengenai adab serta kesopanan yang telah dipraktekkan oleh Rasullullah Saw beserta keluarga dan para sahabatnya dan juga para keturunan keluarga Rasullullah Saw. Serta menghormati mayoritas dan menghargai minoritas yang ada di negeri ini. Bagaimana cara menumbuhkan jiwa kepahlawanan kita yang mungkin sudah luntur? Pahlawan selalu dikenang karena mereka tidak terletak pada fisik-raga dan hal-hal yang bersifat material, mereka istimewa karena jiwa mereka memiliki keutamaan batin.

Keutamaan itulah jiwa kepahlawanan yang sebenarnya. Jiwa kepahlawanan mempunyai dasar berupa daya-daya. Daya jiwa kepahlawanan yang utama adalah keikhlasan yang tulus. Keikhlasanlah yang merupakan tanda-tanda kebesaran jiwa dimana seorang melakukan sesuatu dengan penuh ketulusan tanpa pamrih dan tiadanya harapan untuk mendapatkan imbalan dari apa yang dilakukannya.

Saya sangat yakin, dalam relung diri negeri ini para pahlawan pun terselip keinginan untuk hidup damai bersama keluarga segenap kesenangan material tanpa perlu terjun ke medan laga. Namun, kita para pahlawan di negeri ini menyimpan dalam-dalam keinginan egoistik tersebut dalam jiwa dan menguncinya rapat-rapat. Jika kepahlawanan (keikhlasan berkorban demi kepentingan bersama) inilah langka yang kita temui di negeri kita saat ini.

Di berbagai media sosial kita lebih sering dihidangkan manifestasi jiwa para penghianat negeri ini maupun para penjajah bangsa yang berani menggadaikan negeri ini demi kepentingan pribadinya seperti korupsi, suap, kriminalitas dan melakoni dagelan politik negeri kita ini demi akumulasi kekuasaan negeri. Jadi kita sebenarnya masih memiliki jiwa kepahlawanan layaknya angin, dan juga, kita tidak boleh mempermainkan kekuatan dan senjata kita demi kepentingan pribadi. Intinya kita semua ini adalah pahlawan, dan senjata paling ampuh ialah Al-Quran karena Al-Qur’an senjata sesungguhnya.

Oleh : Ahmad Ruhullah Haydari (siswa Kelas IX SMPIT Insan Mandiri Cibubur)

 

Referensi:

Https://www.idntimes.com/life/inspiration/rangga-putra/kutipan-filsuf-plato-membuat-tertohok-c1c2/full. Diakses 5 november 2019

Ibrahim, M. S. (2013). Demi Islam, Demi Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V. (Online). Diakses 5 november 2019.

Tuesday, 04 August 2020 / Published in ARTIKEL
pudarnya rasa nasionalisme oleh m syaipul khobir insan mandiri

Pudarnya rasa nasionalisme di tunjukan dengan rendahnya minat masyarakat dalam mengibarkan bendera merah putih dalam menyambut Hari Ulang Tahun RI Ke-75. Agustus, ya kini kita telah memasuki bulan yang istimewa bagi kita bangsa indonesia bulan yang penuh sejarah karena bulan ini adalah bulan dimana dilahirkannya bangsa indonesia, Memasang bendera negara jelang peringatan 17-an seolah menjadi tradisi menahun.

Namun, tahukah Anda bahwa memasang bendera negara setiap 17 Agustus merupakan kewajiban yang diatur undang-undang? Berdasarkan Pasal 7 Ayat (3) Undang-undang Nomor 214 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan disebutkan, bendera negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus.

Akan tetapi sekarang ini sesadaran warga untuk mengibarkan  bendera merah putih di beberapa daerah maupun di perkotaan masih rendah. Hal itu ditandai masih banyaknya warga yang belum mengibarkan bendera merah putih jelang hut ke-75 RI yang tinggal kurang beberapa hari lagi. Pemerintah telah mengeluarkan himbauan  untuk memasang  bendera merah putih  sejak tanggal 1 hingga 31 agustus tahun ini melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno meminta Bendera Merah Putih dikibarkan secara serentak di seluruh Indonesia mulai 1 Agustus 2020.

Hal ini untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam wawancara bersama liputan6.com. Namun berdasarkan pantauan KESBANGPOL DKI Jakarta masih banyak warga kota Jakarta maupun diluar kota Jakarta belum memasang bendera di depan rumah mereka. Padahal pengibaran bendera merah putih, merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai  dan rasa  kebangsaan atau nasionalisme.

Untuk itu pemerintah Kota melalui KESBANGPOL DKI menghimbau warga yang belum memasang bendera agar segera memasang bendera. Selain itu RT dan RW dihimbau agar perlu mengingatkan warganya untuk memasang bendera merah putih  selama bulan agustus ini.

Kepala KESBANGPOL DKI  sangat berharap warga yang belum memasang bendera agar segera measang bendera merah putih di halaman rumah mereka. Mengingat  masih  ada  sebagaian warga yang belum masang bendera merah  putih, KESBANGPOL DKI berharap pengurus masjid  perlu  mengingatkan warga yang belum memasang bendera merah putih untuk segera memasang bendera.

Pudarnya rasa nasionalisme ini memang tidak hanya diukur dari banyak atau sediitnya yang memasang benderah pada HUT RI. Namun bisa jadi karena adanya rasa ketidakadilan yang dilakukan oleh para pemimpin negeri. Semoga pudarnya rasa nasionalisme ini tidak berlarut karena bangsa ini adalah tanggungjawab kita bersama.

Mari kita tanamkan rasa kepemilikan kepada bangsa ini dan rasa nasionalisme serta rasa syukur kita atas kemerdekaan bangsa kita dengan ikut memeriahkan hari kemerdekaan salah satunya memasang bendera kebangsaan kita..  MERDEEKKAAAAAAA….!!!!   NKRI HARGA MATI..!!!

 

Oleh: M Syaipul Khobir  (Wali Asrama Insan Mandiri Cibubur)

Saturday, 01 August 2020 / Published in ARTIKEL, BERITA
qurban 1441 h insan mandiri cibubur

Qurban wujud cinta dan kepedulian sosial karena dengan berqurban menjadi bukti cinta pada Allah dan dibagikan kepada masyarakat menjadi kepedulian sosial.

Ibadah qurban merupakan syariat Alloh yang sudah ada semenjak zaman Nabi Adam As, kemudian terjadi kembali di zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lalu diteruskan pada zaman Nabi Muhammad Saw sampai kepada kita hari ini. Sebuah ritual yang memiliki nilai dan syarat yang agung yang menunjukkan keimanan serta wujud kecintaan kepada Alloh Azza Wa Jalla.

Sejenak, merenungkan kisah Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih anak kesayangannya yang telah lama ia nantikan kehadirannya sejak bertahun-tahun, namun karena perintah Allah, Nabi Ibrahim AS siap melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, sehingga ketika nabi Ibrahim hendak melaksanakan penyembelihan terhadap Nabi Ismail AS, Allah gantikan dengan kibas. (more…)

Wednesday, 29 July 2020 / Published in ARTIKEL
perintah berkorban dalam al-quran ustadz dahlan

 

 Perintah berqurban dalam Al-Qur’an telah dituangkan melalui firman Allah SWT dalam Surat Al-Kautsar ayat 2 sebagai berikut:

Al Kautsar ayat 2 insan mandiri

“Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (Al-Kautsar: 2)

Dalam surah Al Kautsar ayat 2 ini,  Rasullullah saw diarahkan untuk mensyukuri nikmat sebagai hak yang pertama. Yakni, hak keikhlasan dan kemurnian ibadah hanya tertuju kepada Allah dengan menunaikan shalat dan menyembelih qurban dan ikhlas karena-Nya.

Perintah berkurban dalam Al-Qur’an “Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu dan berkorbanlah”, tanpa menghiraukan kemusyrikan orang-orang musrik dan tanpa menyertai mereka di dalam menyebut nama selain Allah atas qurban-qurban mereka. (more…)

TOP
Kirim Pesan
1
Hubungi Kami Dengan Whatsapp
Assalamu'alaikum, Wr. Wb. Selamat datang di Insan Mandiri Cibubur, sekolah dengan Project Based Qur'an.

Ada yang bisa kami bantu?