JASON KEMBALI JUARA NASIONAL

jason kembali juara nasional smait insan mandiri cibubur

Jason kembali Juara Nasional, dalam kurun waktu dua pekan Siswa SMAIT Insan Mandiri kembali mendapatkan penghargaan. Sebelumnya Jason tampil bersama Tim Pramuka dalam ajang Scout Media Zone Competition namun dalam kompetisi kali ini ia tampil Solo. Ia meraih Juara Dua (2) dalam ajang PRIMA GOT TALENT (The Voice) yang di selenggarakan oleh Pemuda Remaja Islam Masjid Alittihad Legenda Wisata.

Kompetisi ini di selenggarakan secara live dengan menggunakan media Zoom pada tanggal 22 Agustus 2020. Kegiatan ini berskala Nasional, peserta yang berpartisipasi dari berbagai daerah di Indonesia. Ketatnya persaingan tidak menyurutkan niat dan semangat Jason untuk mengikuti kompetisi ini. Seperti harapan kita alhamdulillah Jason kembali juara. Penampilan memukau dari Jason saat menyanyikan lagu daerah berjudul “Manuk Dadali” memberikan kesan baik bagi Dewan Juri. (more…)

wakaf radio silaturahim

Wakafkan aset sebagai media dakwah umat, dalam rangka Milad ke-11 Radio Silaturahim (Rasil) pada tanggal 9 september 2020. Sebelas tahun Radio Silaturahim (Rasil) di Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, mengudara dengan tagline “Untuk Islam Yang Satu” berada di jalur dakwah yang secara terbuka merangkul perbedaan dan mengedepankan persatuan umat.

Selama lebih dari satu dekade, Rasil memberikan Informasi, Inspirasi dan Edukasi kepada lebih dari dua juta pendengar. Pendengar secara khusus dan kaum muslimin pada umumnya di berbagai wilayah Indonesia.

Mengudara di gelombang AM 720 Khz untuk wilayah Jakarta dan Sekitarnya, Rasil masih berkomitmen berdakwah melalui media radio guna mencapai tujuan menjadi radio dakwah yang dapat mempersatukan dan memberdayakan potensi ummat untuk kejayaan Islam.

Sebagai bagian dari komitmen itu, aset tanah dan bangunan Rasil diwakafkan kepada Yayasan Waqaf Rumah Quran Silaturahim untuk kepentingan dakwah dan Perjuangan berkesinambungan, dimana yayasan ini sebelumnya telah mengelola waqaf masjid Ummar Bin Khattab Jatinegara, Jakarta Timur.

Aset yang di kelola  oleh Yayasan Waqaf Qur’an Silaturahim yaitu, Radio Silaturahim Cibubur dengan tanah serta bangunan 3 lantai. Selain itu juga Radio Silaturahim Batam dan Masjid Umar Bin Khattab Jatinegara. Tak hanya Radio dan Masjid namun juga di bidang pendidikan yaitu sekolah Insan Mandiri Cibubur (IMC) Islamic Boarding School.

Aset yang di kelola oleh Yayasan ini terdiri dari Masjid Senilai 25 Milyar Rupiah, Radio Silaturahim Cibubur 4,5 Milyar berupa tanah 600 meter dan bangunan 3 lantai. Radio Seila FM di Batam yang juga di baliknamakan atas nama Yayasan Waqaf Rumah Qur’an Silaturahim. Sekolah Insan Mandiri Cibubur dengan ukuran tanah 2300 meter persegi dan bangunan5 lantai senilai 23 Milyar rupiah.

Hal ini tercantum dalam deklarasi wakaf pada Rabu, 9 September 2020 yang bertempat di Aula Insan Mandiri Cibubur yang di hadiri oleh tokoh masyarakat sekitar. Diantaranya hadir Lurah Jatikarya Ibu Sulatifah, Ust Husin Alattas, Ust. Abul Hidayat, Babinsa Jatikarya dan RT/RW di lingkungan Kampung Kalimanggis Jatikarya.

Pemilik asal Rasil, Ir. Faried Thalib dan keluarga, telah wakafkan aset sebagai media dakwah  untuk di pakai sebagai penerus risalah Rasulullah Shalallahu alaihi Wasalam.

Sementara itu, Pembina Rasil Ustad Husein Alattas mengingatkan kepada ummat bahwa kesadaran berwaqaf harus terus di kumandangkan di dalam masyarakat yang hedonis di tengah kesulitan ummat, maka ikhtiar wakaf ini menjadi sebuah komitmen yang jelas bagi sebuah perjuangan. Sementara terkait Rasil, ustad Husin berharap para pendengar dan masyarakat bisa lebih istiqomah dan ikhlas mendukung perjuangan Rasil sebagai media umat, karena radio ini sudah menjadi wakaf, milik umat.

Dengan kejelasan wakaf ini pula, maka kedepannya diharapkan tidak ada permasalahan dikemudian hari dengan menjaga fitnah-fitnah yang tidak diinginkan, tentunya dapat menjadi energi dan sinergi perjuangan umat di masa depan.

Dalam kesempatan ini pula Ustadz Salman Alfarizi selaku Koordinator Bidang Dakwah Yayasan Waqaf Rumah Qur’an Silaturahim menyampaikan bagaimana menjadikan aset waqaf sebagai aset yang produktif. dan mengajak kepada umat Islam untuk berwaqaf sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menyontoh dari Yayasan Al Azhar Mesir yang memiliki pendapatan lebih besar dari pendapatan Negara.

yayasan wakaf rumah quran silaturahimserah terima wakafyayasan rumah quran silaturahim

Oleh: Mas Jo

juara 1 satu dalam lomba cover lagu daerah

Tetap berprestasi kala pandemi hal tersebut layak di berikan kepada Tim Pramuka SMAIT Insan Mandiri. Setelah meraih gelar Juara 1 (satu) dalam ajang lomba Cover Lagu Daerah. Sebagai satu-satunya perwakilan dari Kwaran Jatisampurna dalam ajang Scout Media Zone Competition yang yang diselenggarakan oleh DKC Kota Bekasi.

Grup Musik yang digawangi oleh Jaffan (Gitaris) Andhika (Percusi), Raditya Rafi (Basis), Nurul Fajri (Angklung) dan Jason Agustian Johari (Vocalis). Dengan menyanyikan lagu Manuk Dadali mereka mengungguli peserta lain dalam ajang kompetisi cover lagu daerah se-Kota Bekasi.

Lomba tersebut dilakukan secara online dengan mengirimkan video cover lagu daerah dan kemudian di tampilkan dalam chanel youtube DKC Kota Bekasi. Secara resmi pengumuman Juara 1 dalam kompetisi ini ditayangkan langsung di Instagram DKC Kota Bekasi. Pengumuman tersebut dilakukan pada 14 Agustus 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka. Penyerahan Medali di lakukan oleh Kak Asdi Bachtiar selaku Waka Bina Muda Kwartir Cabang Kota Bekasi kepada perwakilan tim Jason Agustian Johari.

(more…)

pidato kemerdekaan di insan mandiri cibubur munif chatib

Pidato kemerdekaan di Insan Mandiri Cibubur, Islamic Boarding School pada upacara memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun mempunyai pesan tersendiri. Pesan itu adalah sampai hari ini kita masih belum merdeka. Kita masih terjajah.      Pidato tersebut dibawakan dengan lantang oleh Munif Chatib, direktur pendidikan di Yayasan Pendidikan Sialturahim Jatikarya (PYSJ), tepat pukul 08.00 WIB tanggal 17Agusutus 2020.

  1. Ancaman Periuk Besar Bernama Indonesia

Hari ini, tepat 75 tahun yang lalu, para bapak pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia di depan rakyat Indonesia dan dunia. Kemerdekaan yang mempunyai arti bahwa Indonesia sejak saat itu bebas utuk menentukan nasibnya sendiri. Berkedaulatan dan tidak dicampur oleh penjajah-penjajah asing, yang selama ratusan tahun mengeruk harta kekayaan negeri zamrud katulistiwa ini untuk kepentingan perut mereka sendiri. Awalnya perdagangan mereka kuasai, kemudian masuk pada kebijakan politik memerintah dan membuat aturan berupa praktek-praktek penjajahan segala bidang kehidupan masyarakat.

Lalu, setelah merdeka, selama satu generasi, kita semua diminta mengisi kemerdekaan ini dengan karya-karya terbaik anak bangsa.. Seperti periuk besar, kemerdekaan ini masih kosong, harus diisi dengan warna-warni karya yang khas Indonesia dan berkeadilan. Ketika periuk itu sudah terisi dan muai penuh, maka manfaatnya harus menyebar ke seluruh rakyat Indonesia. Tidak pandang bulu, status sosial, pekerjaan dan kondisi yang lainnya. Semuanya bekerja sama untuk kemakmuran bangsa dan negara.

Dalam mengisi periuik besar bernama Indonesia, kita merasa sudah tidak ada lagi musuh atau penjajah yang akan menjajah kita lagi. Namun ternyata fakta tersebut salah besar. Generasi muda sekarang harus disdarkan bahwa kita masih terjajah dari dua penjajah besar.  Siapa saja penjajah itu?

 

  1. Penjajah pertama

Penjajah pertama adalah KEPENTINGAN POLITIK KELOMPOK, yang datang dari dua arah, dari dalam negeri dan luar negeri. Mereka dari dalam negeri ini, adalah sekelompok anak bangsa yang haus dan serakah akan kekuasaan. Mempertahankannya  dengan berbagai cara demi kepentingan kelompok dan golongannya sendiri. Mereka menghilangkan kepekaan terhadap saudaranya sebangsa dan setanah air yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan kelompok ini menjadikan masyarakat miskin sarana untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan berbagai program-program nakal yang tidak bertanggungjawab.

Sedangkan KEPENTINGAN POLITIK KELOMPOK yang lain ini adalah datang dari negara asing, yang mempunyai hegemoni kuat untuk mengatur dasar-dasar kebijakan ekonomi, pedagangan, politik internasional Indoensia sesuai dengan kepentingan negara tersebut. Secarfa teritorial mereka tidak melakukan intervensi ke Indnesia, namun secara kebijakan mereka menjajah Indonesia. Dengan gaya kapitalis, mereka menyedot kekayaan negeri ini. Mereka berupayah sekuat mungkin rakyat Indonesia  menjadi konsumen abadi untuk segala macam produk-produk mereka. Rakyat Indonesia dijauhkan dari mental kemampuan produksi, mendisain, dan berkarya dari hasil intelektual dan kekayaan alam yang ada di negeri ala surga ini.

Dua kepentingan politik kelompok inilah yang menjadi Indneisa terjajah dalam diri. Indenisa mungkin sudah berpakaian merdeka, namun tubuh Indonesia masih terjajah. Dua kepentingan politik kelompok inilah musuh nyata, dan generasi hari ini harus sadar, mereka harus disingkirkan. Ketika dua kelompok bersatu, seperti saat ini, hasil kemerdekaan, sebuah periuk besar Indonesia, berubah menjadi periuk ketimpangan. Hanya segelintir elit yang memanfaatkan dan menikmati, jutaan rakyat lainnya terkapar dengan nasib tak jelas, menunggu bantuan dengan tangan menengadah di ujung jalan.

Para pemimpin dari lapisan atas sampai bawah sudah tidak menganggap KORUPSI adalah tindakan terkutuk. Namun kesempatan yang harus dilakukan dengan cara-cara yang jangan sampai ketahuan. Cinta dunia dan diri sendiri, tiba-tiba menjadi kabut hitam tersendiri nasib negeri ini.

  1. Penjajah Kedua

Cinta dunia dan kekuasan inilah yang menyebabkan Allah SWT mengirim musibah berupa PENJAJAH KEDUA YANG CUKUP BESAR, yaitu PANDEMI COVID-19. Tidak hanya di Indonesia tapi seluruh dunia. Fakta menunjukkan, dengan PANDEMI COVID-19, kita masih belum merdeka dari kemampuan PROBLEM SOLVING bangsa. Khususnya di bidang pendidikan. Hari ini 60%, dari total pelajar Indonesia selama 6 bulan tidak dapat mengikuti pendidikan karena tidak tersedianya infrastruktur berupa jaringan dan perangkat pembelajaran dengan cara online.

Artinya, 60% generasi pelajar indonesia masih terjajah pendidikannya. Padahal 15 tahun yang lalu jaringan internet  adalah merupakan infrastruktur wajid, dasar, dan pokok yang harus digarap oleh negara. Jaringan internet itu seperti infratruktur jalan raya, pelabuhan, bandara, jembatan, rumah sakit, dan lain-lain. Jaringan internet itu seperti udara, seperti oksigen yang menjadi kebutuhan pokok setiap masyarakat di setiap sudut kepulauan Indnesia.

Namun faktanya Indensia belum mampu menyediakan kebutuhan dasar itu untuk pendidikan rakyatnya. Mengapa? Sebab kepentingan politik kelompok selalu menutup kepentingan rakyat banyak. Jika proyek itu tidak menguntungkan mereka, maka biarlah terbengkalai.

Memang kita tidak boleh putus asa. Terus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT kita bebas merdeka dari keduanya. Kita harus keras meyuarakan kemerdekaan ini kepada pemerintah untuk segera membangun jaringan internet di 60% wilayah Indonesia yang masih terbengkalai persis seperi zaman batu. Kerahkan seuruh potensi dan keuntungan-keuntungan BUMN yang digunakan untuk mengenyangkan perut-perut sebagian pejabatnya untuk berjuangn membangun jaringan internet yang digunakan untuk pendidikan. Sebagai pekerjaan utama membangun dan mencerdaskan negeri ini.

Selamat merayakan hari kemerdekaan. Selamat masih merasa belum merdeka. Selamat memahami ada dua penjajah besar, agar kita menjadi bangsa dan negara yang selalu dilindungi oleh Allah SWT. Amin

Merdeka merdeka merdeka

 

Cibubur, 17 Agustus 2020

Munif Chatib

 

 

Pidato Kemerdakaan Insan Mandiri Cibubur

 

TOP
Kirim Pesan
1
Hubungi Kami Dengan Whatsapp
Assalamu'alaikum, Wr. Wb. Selamat datang di Insan Mandiri Cibubur, sekolah dengan Project Based Qur'an.

Ada yang bisa kami bantu?