lomba video tausiah & cipta puisi

Lomba Video Tausiah & Cipta Puisi Tingkat SMP Sederajat

 

Assalamualaikum wr.wb😇

Halooo👋🏻👋🏻
📣📣 Teman2 Hebat dan Luar Biasa Seluruh Indonesia 📣📣

Ada kabar bahagia nih 😃

Dalam rangka memperingati
🕌 Bulan Ramadhan 1442H dan Hari Pendidikan Nasional👨🏻‍🎓👨🏻‍🏫
🏫SMAIT Insan Mandiri Cibubur Boarding School Mengadakan
🎭🗣️🎥 Genpro Ramadhan IMC 2021 Lomba Tingkat Nasional Siswa SMP 🎭🗣️🎥

🕌 “Meningkatkan Kesabaran dan Produktivitas di Bulan Suci dalam Menghadapi Pandemi untuk Menggapai Ridho Illahi” 🕌

📝Syarat dan Ketentuan :
➡️ Terbuka bagi semua pelajar jenjang SMP Se-Indonesia
➡️ Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran dan registrasi biaya pendaftaran lomba pada link berikut ini bit.ly/LombaTingkatNasionalGenPro2021
➡️ Email pengumpulan karya kesiswaan.smaitimc@insanmandiri.sch.id
➡️ Peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) karya.
➡️ khusus lomba video tausiyah, Karya 10 besar akan di publikasikan di Channel YouTube INSAN MANDIRI CIBUBUR dan instagram SMAIT Insan Mandiri

🎉 Lomba dibuka 1 April 2021 🎉
🚫 Lomba ditutup 25 April 2021
📢📢 Pengumuman pemenang 2 Mei 2021 📢📢

‼️ Keputusan juri mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat ‼️

🎁 HADIAH 🎁
🥇JUARA 1 : Uang pembinaan + E-sertifikat
🥈JUARA 2 : Uang pembinaan + E-sertifikat
🥉JUARA 3 : Uang pembinaan + E-sertifikat
🏅JUARA FAVORIT : Uang pembinaan + E-sertifikat (khusus lomba video tausiyah)

📱📲 Info pendaftaran

🎥 Lomba Video Tausiyah
🧑🏻 Sahil: 089635687244

🎭 Lomba Cipta Puisi Islami
🧑🏻 Daffa: 085710340520

‼️ Quota Terbatas ‼️
Yuuukkk buruann ikutan Lomba Video Tausiah & Cipta Puisi Tingkat SMP 😊😊
Kapan lagi..?😏
Ditunggu ya 😎😎😎

NIAT DAN TATA CARA MANDI SEBELUM RAMADHAN

Niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadhan perlu diperhatikan menjelang datangnya bulan suci penuh keberkahan itu. Sempurnanya niat dan tata cara mandi wajib jelang Ramadhan sekaligus menyempurnakan persiapan berpuasa, zikir, tadarus dan sederet amalan lain selama bulan suci. Meskipun ada beberapa pendapat terkait amalan sunnah ini, namun jika kaum muslimin ingin melaksanakannya maka berikut ini tata caranya dirangkum dari berbagai sumber :

1. Niat

Diawali dengan niat mandi wajib menghilangkan hadats besar. Niat ini bertujuan membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Sebagian besar ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Bukanlah suatu syarat melafadzkan niat. Maksudnya, kita tidak harus melafalkan niat. Dalam Fiqh Islam wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, melafalkan niat hukumnya sunnah yaitu rangka membantu hati menghadirkan niat. Sedangkan menurut madzhab Maliki, yang utama adalah niat tidak dilafadzkan karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Adapun bagi yang ingin melafadzkan niat berikut bacaannya :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

 

NAWAITUL GHUSLALIROF’IL HADATSIL FARDONB LILLAAHI TA’AALAA

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Taala”

 

2. Membersihkan Telapak Tangan

 

Kedua telapak tangan dibasuh dan dibersihkan. Ulangi tiga kali.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَبَدَأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا

“Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali…” (HR. Muslim)

3. Membersihkan Kemaluan

Basuh dan bersihkan dari mani dan kotoran yang ada pada area kemaluan serta sekitarnya.

4. Berwudlu

Berwudhu seperti ketika hendak shalat.

 

5. Basuh rambut dan sela pangkal kepala

Masukkan telapak tangan ke air, atau ambillah air dengan kedua telapak tangan (jika memakai shower), lalu gosokkan ke kulit kepala, lantas siramlah kepala tiga kali.

 

4. Siram dan Bersihkan Anggota Tubuh

 

Seluruh anggota tubuh dipastikan tersiram air dan dibersihkan, termasuk lipatan atau bagian-bagian yang tersembunyi seperti ketiak dan sela jari kaki.

Berikut ini dalil dari langkah-langkah yang disebutkan di atas diantaranya hadits berikut:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

“Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala. Setelah itu beliau menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Al Bukhari).

 

Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 1442 H

Oleh : Ayu Agus Rianti (Wadirdik YPSJ)

pelatihan membuat animasi online untuk galang dana Korban Bencana NTT

Pelatihan Membuat Animasi Untuk Donasi NTT

Bekasi – SMP Insan Mandiri Cibubur & SD Silaturahim Islamic School di Bawah Yayasan Pendidikan Silaturahim Jatikarya (YPSJ) Galang Donasi untuk NTT.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyebut berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Senin (5/4/2021), pukul 23.00 WIB, total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. Total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

Berdasarkan kondisi di atas YPSJ melakukan galang dana dengan cara mengadakan pelatihan berbayar Membuat Animasi Secara Online. Dengan menggandeng Lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Tetra Centre. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi dari para peserta pelatihan sekaligus memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para peserta.

Dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan bisa membuat Animasi Pembelajaran atau Promosi dengan mudah. Bahkan menariknya dari pelatihan ini peserta dijamin bisa bahkan untuk dia yang gaptek. Pelatihan ini sebagai bentuk dan wujud dari YPSJ untuk turut serta mencerdaskan bangsa melalui peningkatan kualitas SDM atau lebih spesifik pada kemampuan Guru.

Pelatihan ini di isi oleh Mas Jo, yang merupakan Digital Marketer dari Insan Mandiri CIbubur. Menariknya lagi dalam pelatihan ini tersedia E-Sertifikat setara dengan 12 JP, dan bisa konsultasi langsung ke Pelatih. Serta disediakan doorprize dari panitia bagi peserta yang beruntung.

Pelatihan Membuat Animasi ini sangat cocok untuk Para Guru yang ingin menampilkan model pembelajaran yang berbeda dan menarik bagi siswanya. Cocok juga untuk para pengusaha atau marketer untuk membuat konten marketingnya. Untuk Siswa mulai dari SMP cocok juga untuk mengawali pembelajaran membuat Animasi Dasar.

Model pelatihan yang di lakukan melalui Media Zoom dan 95% Praktek langsung. Adapun peralatannya cukup menggunakan Komputer atau Laptop Biasa. Membuat aplikasi ini tanpa perlu software khusus karena berbasis online. Oiya pelatihannya akan di laksanakan pada hari Ahad tanggal 11 April 2021. Mulai pukul 09:00 WIB sampai dengan 11:30 WIB via Zoom Meeting. Bagi yang mau daftar bisa langung mengisi form pendaftaran di bit.ly/pelatihan-animasi dan konfirmasi melalui whastapp ke 0821 1110 0657 (Karim).

Oleh : Insan Mandiri Cibubur

 

 

 

 

 

zaid bin haritsah

Zaid bin Haritsah dan Zainab binti Jahsy

Masa Kecil dan Nasab Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah berasal dari suku Bani Mu’in, ibunya bernama Su’da binti Tsa’labah. Tidak ditemukan keterangan pasti mengenai tahun kelahirannya, namun Zaid wafat pada tahun ke-8 Hijriah ketika menjadi panglima dalam perperangan Mut’ah. Pada zaman jahiliyah, ibu Zaid mengadakan kunjungan ke kampung persukuan anaknya itu, kampung Bani Mu’in.

Namun secara tiba-tiba sekawanan tentara berkuda dari Bani al-Qin bin Jusr menyerang perkampungan tersebut dan merampas serta menawan apapun yang berharga dari kampung tersebut, termasuk Zaid bin Haritsah yang akhirnya dijadikan budak belian. Zaid dibawa ke pasar Ukazh dan dijual seharga 400 dirham kepada Hakim bin Hizam bin Khuwailid, untuk bibinya Siti Khadijah bin Khuwailid.

Pada saat Siti Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad (saat itu Muhammad belum menjadi rasul), Zaid pun dihadiahkannya kepada Nabi. Setelah bergaul beberapa lama, hubungan keduanya menjadi sangat akrab dan saling menyayangi, walau Zaid ketika itu masih berstatus sebagai seorang budak.

Lama-kelamaan berita itu terdengar oleh bapak Zaid yang kebetulan juga tengah mencari anaknya. Setelah bertemu dan mengutarakan apa yang dia inginkan kepada Nabi, akhirnya beliau tidak bisa berkata apa-apa melainkan memberikan keputusan sepenuhnya kepada Zaid, yaitu antara memilih tinggal bersama rasul atau pulang ke rumah orangtuanya. Namun Zaid memutuskan untuk tetap tinggal bersama Nabi dan semenjak itulah Nabi memproklamirkan Zaid sebagai anak angkatnya dengan nama Zaid bin Muhammad.

Nasabnya Zainab binti Jahsy

Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha adalah seorang wanita bangsawan di tengah kaumnya. Nama dan nasabnya adalah Zainab binti Jahsy bin Ra-ib bin Ya’mar bin Shabrah bin Murrah bin Kubair bin Ghanam bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah al-Asadi. Ia lahir 33 tahun sebelum hijriah dan wafat pada tahun 21 H. Ibunya adalah bibi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Umaimah binti Abdul Muthalib. Dengan demikian, dari sisi nasab, Rasulullah dan Zainab binti Jahsy adalah sepupu.

Zainab juga merupakan saudara perempuan dari sahabat yang mulia Abdullah bin Jahsy radhiallahu ‘anhu. Seorang yang pertama-tama memeluk Islam dan syuhada di Perang Uhud. Abdullah dimakamkan satu liang bersama paman Nabi dan pamannya juga, Hamzah bin Abdul Muthalib, semoga Allah meridhai keduanya (al-Mizzi: Tadzhib al-Kamal 35/184 dan az-Zurkali: al-I’lam 3/66).

Pernikahan Zaid bin Harist dengan Zainab binti Jahsy

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki anak angkat yakni Zaid bin Haritsah radhiallahu ‘anhu. Sebelumnya, Zaid adalah budak Khadijah milik Khadijah. Kemudian dihadiahkan kepada Rasulullah. Dan beliau membebaskannya. Karena telah cukup usia, Nabi mencarikan seorang yang pantas untuk anak angkatnya ini. Beliau temui Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha, kemudian meminangnya. Zainab menjawab, “Aku tidak tertarik menikah dengannya.” Rasulullah kemudian berkata, “Tidak, menikahlah dengannya.”

Mendengar ucapan Rasulullah, Zainab bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah Anda memerintahkanku?” Saat keduanya tengah berdiskusi, Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [Quran Al-Ahzab: 36].

Zainab berkata, “Apakah Anda meridhaiku untuk menikah wahai Rasulullah?” “Iya”, jawab beliau. Zainab berkata, “Jika demikian, aku tak akan bermaksiat (dengan tidak menaati) Rasulullah. Engkau telah menikahkan diriku denganya.”

Melalui perjodohan ini, Nabi hendak mengajarkan nilai persamaan. Beliau hendak mendobrak tradisi lama dan mengubahnya dengan kemodernan. Tidak ada beda antara seorang bangsawan dengan bekas budak. Islam telah membuat mereka setara dalam kemanusiaan. Yang membedakan hanyalah ketakwaan. Zaid seorang bekas budak. Dan Zainab seorang wanita mulia yang memiliki trah Bani Hasyim, kabilah termulia di Quraisy. Mereka setara dalam pandangan Islam. Beliau hendak mengajarkan pada umatnya bahwa faktor kelas sosial bukanlah menjadi timbangan pertama dalam pernikahan. Tapi agama dan takwalah yang patut jadi acuan.

Lihatlah bagaimana ketaatan Zainab kepada Allah dan Rasul-Nya. Walaupun perintah itu bertentangan dengan keinginannya, tapi tetap ia lakukan demi ridha Allah dan Rasul-Nya. Inilah yang menyebabkan tingginya kedudukan Zainab. Allah balas dia dengan balasan yang tak pernah terbayangkan olehnya. Bahkan oleh siapapun.

Perceraian Zaid bin Harist dengan Zainab binti Jahsy

Roda kehidupan terus bergulir. Biduk rumah tangga Zaid dan Zainab berlayar, namun terseok diterpa badai. Hingga Zaid menjumpai sang ayah angkat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, meminta izin untuk menceraikan Zainab. Nabi menolak keinginannya. Beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah. Tetaplah bersama istrimu.” Kemudian Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya,

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.” [Quran Al-Ahzab: 37].

Allah Ta’ala mengabarkan kepada Nabi-Nya bahwa Zainab binti Jahsy akan menjadi istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, jika diungkap sekarang Nabi khawatir hal ini akan menjadi isu hangat yang digoreng orang-orang munafik, ‘seorang ayah koq menikahi mantan istri anaknya’. Perlu diketahui, budaya Arab kala itu menganggap anak angkat sama dengan anak kandung. Syariat hendak menghapus tradisi ini.

Anak angkat tak sama dengan anak kandung. Jalan untuk menghapus tradisi ini adalah pernikahan Nabi dengan Zainab. Dan nasab Zaid pun dikembalikan kepada ayah aslinya. Sebelumnya Zaid bin Muhammad menjadi Zaid bin Haritsah (Muhibbuddin ath-Thabari: as-Sumthu ats-Tsamin Hal 170-171).

Artinya, Budaya Arab kala itu pun mengalami seleksi. Ia harus menyesuaikan diri dengan syariat Islam. Bukan syariat yang menyesuaikan dengan budaya yang ada di masyarakat. Demikian juga dengan budaya-budaya lainnya. Baik atau buruknya suatu budaya ditimbang dengan syariat.

Di balik gagalnya pernikahan Zaid bin Haritsah dan Zainab binty Jahsy, Allah memberikan ganti kepada keduanya pasangan yang lebih baik. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa Zainab menikah dengan Zaid atas dorongan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga ketika menungu masa idahnya berakhir, Allah menurunkan perintah kepada Rasulullah agar menikah dengan Zainab melalui malaikat Jibril dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 37-39.

Sedangkan Zaid bin Haritsah menikah dengan mantan budak dan pengasuh Rasulullah, Ummu Aiman. Keduanya dianugerahi anak yang luar biasa dan juga salah satu shahabat kesayangan Rasulullah, Usamah bin Zaid

Oleh : M. Khoirudin (Wali Asrama Insan Mandiri Cibubur)

 

Kunjungi: silaturahimislamicschool.sch.id

TOP
Kirim Pesan
1
Hubungi Kami Dengan Whatsapp
Assalamu'alaikum, Wr. Wb. Selamat datang di Insan Mandiri Cibubur, sekolah dengan Project Based Qur'an.

Ada yang bisa kami bantu?