insanmandiri@gmail.com
(021)2285 3157
img

Rahasia Memantik Bakat Anak

Jakarta (19/11/2017) Saya mengajak para pembaca untuk seharian memperhatikan aktivitas anaknya. Fokuslah pada rasa sukanya. Lalu cobalah untuk membuat daftar rasa suka anak kita. Misalnya suka bermain A, B, atau C. Juga suka melakukan A, B, atau C. Jika sudah ada daftar rasa suka anak, maka dari daftar itulah dapat diamati potensi bakat anak kita. Ya, bakat diawali dengan rasa suka. Meskipun tidak semua rasa suka akan muncul sebagai bakat. Namun bakat itu bersumber dari rasa suka. Misalnya anak anda suka main piano, apakah nanti dia berbakat menjadi seorang pianis? Belum tentu. Bisa ya atau hanya ikut-ikutan temannya. Pertanyaannya adalah jika orangtua sudah mampu membuat daftar rasa suka anaknya, lalu dari sekian banyak aktivitas tersebut manakah yang menjadi bakat? Ada beberapa filter untuk menyaring rasa suka mana yang merupakan bakat anak kita. Cara-cara berikut ini dapat dipilih salah satunya atau bisa juga dicoba berurutan.

Pertama, RUMAH AKADEMIS-kan rasa suka tersebut. Rumah akadmis itu contohnya kursus. Intinya rasa suka ditemukan dengan silabus edukasi. Jika anak kita suka main piano, maka kursuskan piano. Jika minggu pertama anak sudah bosan, malas mengikuti pelajaran teori dan praktek bermain piano yang tersruktur berdasarkan silabusnya, maka anak tersebut tidak berbakat menjadi pianis. Sebaliknya jika anak kita menjadi FAST LEARNER atau pembelajar cepat, maka anak kita berbakat menjadi pianis.

Kedua, PERFORMANCE, yaitu anak kita berani tampil menunjukkan kemampuannya yang bersumber pada rasa suka tersebut. Meskipun penampilannya belum professional, namun secara umum sudah baik. Anak anda yang suka piano, suatu hari bermain piano dan menurut anda hasilnya keren, maka itu bakat. Keberanian menampilkan sebuah kemampuan adalah dorongan potensi bakat yang mulai muncul dalam diri seorang anak.

Ketiga, TIDAK MAU DIHENTIKAN, artinya aktivitas yang disukai anak kita tidak mau dihentikan oleh siapapun. Jika orangtuanya meminta berhenti main piano, maka anak tersebut akan mencari kesempatan dengan cara apapun untuk main piano. Dorongan tidak mau pisah dengan piano atau rasa sukanya inilah secara psikologis adalah dorongan potensi bakat yang ada dalam diri anak kita. Semoga para orangtua berhasil membantu anak-anaknya menemukan bakat dalam diri mereka. Amin. Ikuti artikel motivasi edukasi selanjutnya.

  • SOCIAL SHARE :

0 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>