insanmandiri@gmail.com
(021)2285 3157
img

Orangtua Kembali Menjadi Bayi

Jakarta (17/11/2017) Saya mengajak pembaca membayangkan masuk ke masa tua, yaitu kita berusia 70 an tahun. Kita menjadi tua renta. Tenaga sudah banyak berkurang. Terkadang masih banyak keinginan yang ingin dilakukan, namun kondisi tubuh dan kesehatan tidak memungkinkan. Kala kita sudah masuk masa tua, maka kita dipaksa oleh keadaan untuk ‘selalu tergantung’. Tergantung kepada siapa? Tentunya kepada anak-anak kita. Biasanya anak kita sudah dewasa. Mungkin mereka sudah berkeluarga, punya beberapa anak. Orangtua akan bahagia jika pada masa tua tak berdayanya dapat didampingi oleh anaknya yang sudah dewasa. Apalagi setiap hari bisa melihat cucu-cucunya.

Namun faktanya, tidaklah demikian. Sebagian besar anak kita yang sudah dewasa malah memilih untuk tinggal terpisah dari orangtuanya. Mungkin di kota lain, di propinsi lain atau bahkan di pulau lain. Alasannya banyak. Hidup mandiri, privasi, dan lain-lain. Dan yang menyedihkan adalah hubungan dengan orangtuanya mulai terhambat dengan jarak dan kesibukan si anak.

“Nak, gimana kesehatanmu? Istrimu? Anak-anakmu?,” Tanya seorang ayah kepada anak sulungnya lewat handphone.

“Sehat semua ayah. Ada apa telpon ayah?” jawab si anak singkat.

“Ayah dan bundamu kangen, pengin ketemu. Apa bisa kamu sabtu minggu kemari.”

“Maaf yah, aku sibuk. Sabtu dan Minggu inipun ada rapat. Lain waktu ya aja ya,” jawab si anak dan langsung menutup handphonenya.

Jika keadaan di atas terjadi pada kita sebagai orangtua, betapa sedih hati. Pasti orangtua merasa, mereka bukan prioritas lagi bagi anaknya. Sudah dikalahkan oleh pekerjaan. Fakta di atas banyak terjadi di sekitar kita. Sekali lagi penyebab utamanya adalah terletak pada pola asuh antara anak yang sudah dewasa dan orangtuanya.

Saya ingin berbagi model pola asuh jika anak kita sudah dewasa. Pola asuh itu saya namakan hukum timbal balik. Artinya jika orangtua mempunyai bayi sampai tumbuh menjadi anak-anak, maka anak tersebut sangat tergantung kepada orangtuanya. Dan orangtuanya akan prioritas merawatnya. Bagaimanapun kondisi anaknya. Namun sebaliknya ketika orangtua kita sudah sepuh, maka orangtua akan tergantung dengan anaknya. Dan anak harus merawat orangtuanya seperti bayi. Inilah pola asuh timbal balik. Jadi saya sangat menyarankan kepada pembaca. Jika kita masih mempunyai orangtua yang sudah sepuh, maka harus kita anggap bayi kita dan kita harus fokus merawatnya di anatara kesibukan kita. Orangtua itu akan kembali menjadi bayi. Alangkah bahagianya orangtua jika dalam kondisi butuh pertolongan dalam hal papaun, anaknya selalu hadir di sisinya. Ayo sayangi orangtua kita lahir dan batin. Ikuti artikel motivasi edukasi selanjutnya.

(munif Chatib)

Sumber: pengalaman pribadi

  • SOCIAL SHARE :

0 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>