insanmandiri@gmail.com
(021)2285 3157
img

Undangan Makan Malam Yang Tak Terlupakan

Jakarta – (16/11/2017) Umumnya, dalam kehidupan anak kita, ada dua perayaan, yaitu kelahiran yang dilanjutkan dengan ulang tahun dan pernikahan. Menurut saya, ada satu periode penting yang selalu terlewatkan untuk dirayakan, yaitu masa puber. Bagi anak putra masa puber biasanya ditandai dengan mimpi basah. Sedangkan bagi remaja putri mengalami haid pertama kali. Ya masa puber adalah periode tengah antara kelahiran dan pernikahan yang perlu dirayakan. Tentunya perayaan ini haruslah sederhana dan kreatif. Tidak berlebih-lebihan namun mempunyai makna.

            Saya pernah diundang makan malam seorang sahabat. Ternyata yang hadir tidak hanya saya sendiri. Beberapa kerabatnya juga hadir diundang. Kala sesi makan malam berlangsung, saya masih belum paham, ini acara untuk apa. Selesai makan, kita semua diajak berkumpul di ruang keluarga. Saya duduk di kursi yang sudah disediakan, maklumlah satu-satunya tamu yang bukan keluarga. Lalu sahabat saya dan isterinya berdiri, di tangannya membawa bingkisan. Mulailah mereka bergantian bicara.

            “Terima kasih sudah datang. Saya mengundang makan malam ini, untuk merayakan periode penting putri kami. Dia saat ini sudah masuk masa puber. Masa yang sangat penting bagi kehidupannya. Saya menghadiahkan sebuah kanvas putih dan satu kotak cat minyak. Mengapa ayahmu memberikan hadiah ini nak, sebab mulai hari ini, kamulah yang berhak dan bertanggungjawab melukis kehidupanmu sendiri dengan warna yang kau sukai. Kamu harus menjadi diri kamu sendiri. Sayangku, kamu sudah menanggung dosa sendiri. Syariat agama sudah berlaku atas dirimu. Ayahmu berharap kanvas ini akan kamu lukis dengan lukisan kebaikan yang bermanfaat buat banyak orang.” Sang putri berdiri, meneteskan air mata, dan memeluk ayahnya sembari menerima kanvas putih itu. Lalu giliran sang bunda.

            “Putriku, malam ini bunda menghadiahkan setangkai bunga mawar merah yang segar. Hari ini kamu seperti bunga ini nak. Kamu tumbuh menjadi perempuan yang cantik, namun ingat akan banyak kumbang-kumbang yang akan mengancam keberadaanmu. Jaga selalu dirimu, seperti duri pada tangkai mawar ini. Kamu harus punya senjara dan perisai. Senjata itu adalah dekatlah selalu kepada Allah dan perisai itu adalah akhlakul karimah.”

            Wow, saya hanya tertegun menyaksikan undangan makan malam yang tak terlupakan itu. Dan jujur, masa puber anak kita sangat kurang jika hanya dengan memberi informasi teknis kepada anak kita, bahwa mereka sudah masuk masa baligh. Akan ada perubahan fisik. Sahabat saya mampu memberi pengalaman kepada putrinya, bahwa ada garis pembatas yang jelas yang sudah dilalui oleh putrinya, yaitu permindahan dari masa anak-anak menuju masa remaja. Dan ada tanggungjawab spiritual dan psikologis yang akan terjadi dan berkembang. Tentunya berbeda dengan masa anak-anak. Ayo para orangtua, rayakan masa puber anak kita sebagai pola asuh yang keren menjadi orangtuanya manusia. Lalu bagaimana pendekatan ketika anak kita beranjak dewasa? Ikuti artikel berikutnya.

 (Munif Chatib)

sumber: pengalaman pribadi

  • SOCIAL SHARE :

0 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>